[kdrama-review] Tunnel

C_h7UOhXcAEC87R

Dari sekian banyak drama yang tayang di semester awal tahun 2017, kayaknya baru Tunnelyang bikin penasaran sampai akhir dan punya ending paling pas. Tayang di channel TV kabel OCN, mari bahas sedikit—karena satu postingan blog nggak bakal cukup buat bahas 16 episode.

Tunnel ini bercerita tentang detektif di tahun 1986 yang nyasar di masa depan. Kok bisa? Di tahun 1986, ada pembunuhan berantai yang memakan korban beberapa wanita. Dari yang single sampai yang udah berkeluarga. Nah, dibilang pembunuhan berantai pun nggak asal sebut, dilihat dari caranya, semua korban dibunuh dengan pattern yang sama; yaitu tangan dan kakinya diiket stocking serta lehernya pun dicekik pakai stocking.

Dalam pengejaran pelakunya, Park Kwang-Ho (Choi Jin-Hyuk) terlibat perkelahian di sebuah terowongan. Tapi anehnya, setelah dia keluar dari terowongan, semua yang ada di kota berubah. Dari kantor polisi, rekan polisi yang nggak dia kenal, sampai tata bangunan. Setelah dicari tahu, ternyata dia ada di masa depan di tahun 2017 yang mana adalah 30 tahun kemudian. Jreng!

C_wGog6UwAAGfzN

Genre time sliping/traveling/traveler-mystery thriller awal tahun  ini banyaknya udah kayak genre pengacara/jaksa dll-nya, yang mirip-mirip musim genre medical drama di semester kedua tahun 2016.  Sampai bosen. Banyak bener serial killer, bahkan yang genre romcom juga disusupi psikopat. Kebanyakan biasa aja. Tunnel udah di-underestimate sejak mulai diumumin pemerannya, oh dan juga karena drama pendahulunya (Voice) yang awal-awalnya doang bagus lama-lama apa-sih. Jadi mulailah nonton Tunnel sambil misuh-misuh “serial killer lagi, serial killer lagi”.

Ini hikmah dari nggak berekspektasi tinggi-tinggi. Nggak nyangka Tunnel bisa semengalir itu, dan plotnya rapi. Awal-awal bau-baunya mirip Signal (musti di-review juga kayaknya biar bisa di-link), tapi versi lebih halus. Makin maju makin enak ditonton, tahu-tahu abis gitu lah.

[Quick review buat Signal: pace cepet, plot rapet, kalau nonton jangan meleng dan jangan lupa napas. Masih jadi drama favorit dan jadi standar buat drama genre mystery/thriller. 10/10-5/5stars]

Nah, Tunnel versi halusnya, lebih enteng, tapi enak buat diikutin. Park Kwang-Ho nggak bisa nangkep pelakunya di timeline aslinya (1986), jadi otomatis pelaku masih hidup dan berkeliaran. Di tahun 2017 itu Kwang-Ho ngejar pelakunya demi bisa balik lagi ke 1986. Dari awal masuk di masa depan, dia udah dihadang sama kebetulan-kebetulan yang bikin kita jerit-jerit… karena pas klimaks selalu dipotong buat minggu depan. Kebetulan-kebetulan ini sebenernya gampang ditebak, tapi nggak tahu kenapa tetep bikin histeris pas ditonton. Dari pertemuan sama juniornya, sama salah satu anak korban pembunuhan di tahun 1986 yang udah gede, sampai ketemu anaknya sendiri. Mereka ini ketemu bukan karena kebetulan, tapi memang udah seharusnya mereka ngumpul. Mereka juga yang nantinya bakal bantu Kwang-Ho buat nangkep si pelaku.

C_0DQEXVYAA-jJZ

Shin Jae-Yi (Lee Yoo-Young) yang profesinya psikolog tapi criminal psychologist (?), jadi lebih kayak profiler sih—kalau kata Kwang-Ho “kenapa kriminal dipelajari? kriminal itu ditangkap”—Pinter, berani, tapi ada satu titik di mana dia ceroboh. Dia mempelajari cara kerja para kriminal, dan jadi dosen di Universitas Hwayang. Meski sekilas rada serem isi pelajarannya, aku mau dengan senang hati ikut kelasnya. Belajar gimana penjahat bisa jadi penjahat, pembunuh, atau serial killer. Nyari tahu kenapa mereka bisa kayak gitu, apa yang kira-kira jadi trigger-nya, seru!

C_wLSkHWAAAmCCy

Kim Sun-Jae (Yoon Hyun-Min) detektif yang terobsesi nangkep serial killer. Dia berdua sama Park Kwang-Ho serasi banget klopnya dan juga clueless-nya. Kalau lagi bener keren banget, kalau pas clueless ya apalah apalah pengen noyor rasanya.

Tapi selain mystery-thriller, Tunnel bisa ditambah label genre keluarga & komedi. Nggak pure thriller karena dicampur sama family matters dan jokes yang bikin ngikik-ngikik. Mungkin ini yang bikin halus, nggak kayak Voice yang gore dan bkin deg-degan doang. Sekali waktu tegang, kesel, ketawa, nangis sedih, terus nangis haru.

C_2sa4rWsAAQG9X

Yang juga musti dikasih perhatian dan credit adalah karakter serial killer-nya (Kim Min-Sang). Pembunuh berdarah dingin, sociopath yang punya otak. Jadi dia bukan tipe penjahat yang ngandelin harta/kekuasaan buat ngelawan protagonist, tapi pake taktik. Ngeri. Dia nggak ceroboh, nggak grubak-grubuk, tenang, nggak punya tanda-tanda punya ‘kelainan’, jadi kayak tetangga kita yang tiap hari diajak ngobrol atau ronda bareng. Dia bahkan bisa ngasih clue ke detektif (yang mau nangkep dia), tapi detektifnya ngeyel mulu. Ya Allah ampuni dosa kami. Jangankan dia, yang nonton aja pasti pada kesel lihatnya.

C_Zx_DQWsAA4bRt
“There are some people who hide in the light, not in the darkness”

 

Overall seru dan nagih. Setelah Goblin, baru Tunnel yang bikin betah buat ditonton dan ditunggu tiap Sabtu-Minggu. OCN udah harus diperhitungkan, nih. Dari pertarungan drama weekend, ada Yoo Ah-In di Chicago Typewriter, ada Park Hae-Jin di Man To Man, tapi ternyata malah Choi Jin-Hyuk yang paling greget lewat Tunnel (nomor 2 Chicago Typewriter, ManToMan aku drop).

DAXR505V0AASsvS
final bow

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[kdrama-review] Tunnel

  1. Setuju banget. Ini Drama ke dua setelah SIGNAL yang jadi rekomendasi banget buat wajib di tonton.
    Sangking mengalir dan serunya bener2 gak kerasa udah eps akhir.
    Sebenernya udah sangat berekspektasi tinggi sejak baru pembacaan naskah (karena ada Choi JinHyuk yang comeback setelah wamil ditambah HyunMin yang dulu aku taunya main karakter komedi di Witch Romance sekarang main thriller dan jadi orang keren //walau akhirnya lawaknya gak ilang// wkwkw)
    Satu lagi yang bikin Drama Tunnel lebih menarik dari Voice /maaf/ karena alur Tunnel bener-bener fokus nangkep penjahat utamanya dan gak menyia-nyiakan Si Pshykopat utama gak kaya Voice yang menurutku terlalu banyak diselipin kasus lain dan sia-sia in karakter Pshyco nya yang padahal bikin ngeri abis.
    Di tambah karakter Mok (Antagonis utama di Tunnel) di bikin tetep kuat sampai akhir.

    /duh jadi panjang comment nya/ xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s