Pernak – Pernik Flip -Flop

You keep this love in a photograph, begitu kata Ed Sheeran di salah satu lagunya yang juga berjudul Photograph.
We made these memories for ourselves, where our eyes are never closing, hearts were never broken, time’s forever frozen still…
Masing-masing memang cara orang nyimpen kenangan. Di foto, di lagu, atau di tulisan. Aku ada di kategori ketiga yang nyimpen kenangan di tulisan. Flash fiction, cerpen, novel, kadang sok-sok bikin puisi…
Setelah sering curhat di cerpen, akhirnya punya kesempatan buat curhat lebih dari delapan halaman. Dan itu adalah… *drumroll*

Flip-Flop
Flip-Flop

Flip- Flop

Novel pertama, duet bareng Rido Arbain. Bercerita tentang dua orang yang menjalin hubungan, yang kita semua mungkin pernah ngerasain. Bercerita soal long distance relationship, yang mana aku pernah LDR selama… 2 tahun (kan curhat). Soal menerima orang lain dan menerima diri kita sendiri yang sekarang, meski nggak sesempurna dulu. Karena yaa, manusia berubah; berubah jadi manusia yang lebih baik atau jadi manusia jadi-jadian setengah vampire setengah serigala. Selalu ada curhat yang disisipkan. kayak Ed tadi, aku bikin kalimat-kalimat, kata-kata, seseorang, dan momen-moment tertentu jadi tulisan biar nggak lupa… di mana seseorang yang udah pergi, jejak-jejaknya nggak ikut ilang. Baik jejak berisi hal yang indah maupun jejak yang harusnya nggak usah diinget. Juga di mana suatu kejadian bisa diulang lagi berkali-kali pas baca tulisan itu suatu hari nanti.
Ada 1 karakter cowok yang jadi kakaknya Si Tokoh Utama. Ini bisa dikatakan curhatku yang paling kelihatan. Aku bisa dibilang terobsesi punya abang hahaha… tapi berhubung aku anak sulung, jadi nggak bisa dong. Karakter kakak cowok udah sering ditulis di cerpen dan tulisan lain, tapi baru di Flip-Flop bisa ‘dikenalin’ ke orang lain dan baru mau ngaku yang nulis punya obsesi sendiri sama kakak cowok. Ciye.

Kenapa Rido Arbain?
Flip-Flop ini awalnya cerpen duet yang diikutsertakan di event-nya nulisbuku.com. Awal ada pengumuman event ini masih santai, berhubung syaratnya harus duet dan nulis duet itu susah banget. Sejarah nulis duet bukan berawal di Rido, jadi emang udah pernah tahu rasanya nyatuin dua kepala riweuhnya kayak gimana.
Tapi entah kesambet setan apa, last day tiba-tiba kepikiran buat ikut. Sebenernya udah lama merhatiin tweet sama postingan blognya Rido (catet, Do, merhatiin tweetnya lho *ditabok*), kalau dilihat sih genre-nya lebih ke komedi yang juga lagi aku pelajari nih genre-nya. Frekuensinya nggak beda-beda amat. Jadi bak ada lampu petromaks muncul di atas kepala, aku kontak Rido by direct message ngajakin duet. Awalnya dia ragu tapi terus bersedia, mungkin karena kasihan ya, Do? :))
Cerpen ditulis beberapa jam doang, dioper-oper pula dari Palembang ke Jakarta. Alhamdulillah-nya rampung dan dikirim 2 menit sebelum deadline. Tahu apa yang bikin lama? NYARI JUDUL!

Akhirnya dikasih judul apa setelah debat lama?

UNTITLED, saudara-saudara sekalian… *tepuk tangan*
Setelah pengumuman dan kami masuk Buku 1 (yeayy!), udahan kan tuh, nah dari itu mulai ngerasa kurang. Masa gini doang? Udah gini doang? Kemudian dengan jeniusnya, Rido mengusulkan buat dipanjangin; dibikin novel.

– Prosesnya nulis Flip-Flop gimana?
– Kenapa komedi?
– Lain-lain,
Akan dikupas di postingan selanjutnya, Pemirsa! Stay tuned!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s