Flip- Flop dan Komedi

Perjalanan
Penulisan Flip-Flop lumayan lama. Karena aku sama Rido sama-sama sibuk (aku sibuk jadi kuli, Rido sibuk jadi seleb), prosesnya sempet molor. Aku jadi bawel nagih-nagih naskah, bawel nyindir-nyindir biar Rido sakit hati terus ngelanjutin nulis buat balas dendam, dan…. gagal. Usahaku sia-sia. Hiks. Tapi karena mungkin udah jalannya, ada aja yang maksa Rido nulis lagi. Pas banget ada satu penerbit yang ngadain lomba dan kebetulan naskah kami masuk kriteria. Dikebutlah lanjutan naskahnya oleh saudara Rido tersebut di atas, dan… kelar!
Dikirim ke penerbit.
Kalah. 😦
Sempet kecewa, tapi manusiawi sih kalah terus kecewa. Aku udah siap-siap move on, udah mau nyari pelarian (eaa) ketika Rido bilang kalau naskahnya dikirim ke penerbit lain. Alhamdulillah ya, untungnya nih orang satu nggak nyerah. :))
Dan akhirnya, Flip-Flop bernaung di penerbit Elex Media Komputindo. Waktu itu judulnya bukan Flip-Flop, apa gitu (lah gaje). Judul Flip-Flop ini dapet setelah nanya ke temen yang mana nggak sepayah kami berdua dalam memilih judul (Thanks, Bimo!), dan tentu setelah dapet persetujuan dari editor (hai, Mbak Dita). Untunglah kami punya temen-temen yang baik dan mau ikut pusing mikirin judul, ikut digangguin buat disuruh voting judul mana yang lebih oke, juga punya editor yang terbuka buat ide atau usulan. Love you full lahhh!

Kenapa komedi?
Genre Flip-Flop nggak murni komedi. Teenlit dan romance masih jadi garis besarnya, tapi memang dibumbui komedi. Kenapa komedi? Karena genre komedi jumlahnya masih belum terlalu banyak kalau dibandingkan genre romance atau horor. Hitung-hitung ngasih variasi di antara novel yang galau, sedih, atau berhantu. Flip-Flop ditulis dengan ringan, dibumbui komedi biar nggak sedih terus. Tapi demi apa, ngelucu itu susah banget, pun dengan nulis genre komedi. Standar lucu tiap orang beda, kepleset dikit jokes-nya bisa jadi chrispy. Dan kami sadar, kami nggak mungkin bisa bikin semua orang ketawa. We tried. Kami selalu terbuka dan menunggu feedback dari pembaca, entah kritik atau saran yang mungkin akan dipakai untuk novel selanjutnya (aamiin).

Lain-lain
Flip-Flop bukan cuma karya aku dan Rido, tapi banyak campur tangan orang banyak di belakangnya. Keluarga, teman-teman (separuhnya ada di lembar ucapan terima kasih), editor, penerbit, secret admirer-nya Rido, fans-fansnya Rido, aku ucapkan terima kasih banyak buat semuanya.

Rido, makasih udah mau jadi parter duetku. Maaf kalau pernah ada kata atau sikap yang nggak berkenan selama proses penulisan sampai sekarang.
Terima kasih juga buat yang udah beli Flip-Flop, udah meluangkan waktu buat baca, buat review, buat ngasih rating, buat kasih kritik dan saran. Terima kasih banyak.
Terakhir, ada satu kalimat dari Raditya Dika yang selalu bikin mikir tiap kali keingetan. Ini diucapkan dulu, di satu workshop menulis beberapa tahun lalu.

“Jangan mencoba jadi yang terbaik, jadilah berbeda”

-R-

Advertisements

4 thoughts on “Flip- Flop dan Komedi

  1. Aku udah banyak disuguhin cerita komedi, dan… Nggak ketawa. Sense of humor or anything aku memang ga peka, sih. Tapi jadi penasaran baca flipflop, siapa tahu bisa ketawa baca ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s