Kita

Saya pikir ini akan selamanya,nyatanya hanya sementara
Perlahan mendikte hati agar jangan pernah lagi kembali dengan rasa yg sama
Nyatanya, saya masih menyebut namamu tanpa jeda
Saya salah, seharusnya saya tidak peduli sejak lama. Sejak saya belum benar-benar terluka karena rindu, atau sejak saya belum melihat satu harapan semu

Salah saya yang ingin memiliki seutuhnya…
Saya lupa kalau kita berbeda, ini salah saya. Keliru jika saya ingin menyamakan perbedaan, bukan Tuhan… tapi kita, manusia
Orang bilang Tuhan tak pernah meminta untuk dibela… entah, mungkin kita yang selalu dan gemar menjadi pelupa

Saya memang bukan patahan hatimu dan sekarang saya tahu. sakitkah? Iya.
Salah saya, saya terlalu mendalami rasa yang kamu sendiri tak pernah memilikinya
Kita hanya dua garis lurus yang tak pernah menyatu, kita tak pernah bersinggungan, kita juga tak pernah benar-benar bersentuhan. Iya, kita berbeda; kita dua guratan yang tidak bisa disatukan. Selamanya.

*) Taken from my Facebook’s note. Ditulis 19 April 2011.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s