Burung-burung terbang ke sana kemari, lalu satu jatuh menyambar ranting pohon jati. Burung-burung terbang menjauh, tapi satu tertinggal di atas akar jati. Burung-burung pergi, dan satu lagi menunggu pemangsa untuk mati.

Ibu kelinci menghampiri, satu burung diajari berlari. Tidak bisa, Ibu Kelinci, aku terbiasa terbang, protesnya. Ibu kelinci mengajaknya meloncat, satu burung semakin putus asa. Sudah waktunya aku mati, pikirnya.

Lalu bagaimana kamu bisa terbebas dari incaran ular? Tanya ibu kelinci sambil memandangi sayap yang rendah sebelah.

Masuk ke mulut harimau, jawab burung sambil berlalu.

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s