Sebentar

Katamu, kita adalah sebentar. Sebentar yang menyenangkan. Ada balon warna-warni di tangan kiri, ada tawa renyah, juga wajah berseri-seri.

Katamu, kita adalah waktu yang terpotong-potong. Dan terpisah. Kemudian muncul duka di tangan kanan. Ada tiket pesawat ke negeri orang yang kamu sembunyikan. Entah kapan, begitu jawabmu ketika aku menanyakan hari kepulangan. Lalu tawamu terbang bersama balon-balon di tangan kiri, berganti wajah murung dan mendung. Ada hujan yang disembunyikan. Ada kilat yang menyambar diam-diam, ada petir diredam di sana, di dalam dada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s