Dimakan Waktu

Rindu itu hilang dimakan waktu. Padahal, sudah kuberi tahu: tolong jangan bawa rinduku, karena kamu ada di situ.

Waktu rupanya tidak mendengar, atau mungkin suaraku kurang lantang. Ia tetap melumat rinduku hingga habis, ia tetap menelanmu. Aku juga sudah meminta: tolong sisakan rinduku sedikit, karena aku ingin menyimpannya di dalam toples kacaku satu-satunya. Tapi ia tetap tidak peduli, atau mungkin niatku kurang tulus dan keluar dari hati.

Kemudian kuhalau waktu buru-buru. Aku bilang: aku bahkan tak lagi punya hati. Hatiku hilang dicuri, dan sudah dibawa lari.

Waktu tetap melumat sisa rinduku, ia berbisik kalau ia tak bisa berhenti memakan dan tak akan bisa kembali memuntahkan.

Ia menghabiskan rinduku, kamu tahu? Rinduku yang berisi kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s