Review: Rahasia Sunyi

Image

Rahasia Sunyi,

Brahmanto Anindito.

 

Dimulai dari pertemuan Lautan Angkasawan dan Lachlan Fowler yang nggak diduga-duga, mari menguak ada rahasia apa di balik kesunyian Kerinci.

Rahasia Sunyi menjadi novel pilihan Petronela Putri yang kebagian jatah bulan Maret sebenernya, dan gue baru bisa baca bulan April. Baca bareng Reight Book Club review, here we go!

1. First impression
Novelnya mungil. Mungkin efek gue baru baca The Cuckoo’s Calling yang kayak kitab suci itu *sungkem sama mamak J. K. Rowling* Masih jetlag. Kavernya sederhana banget, warnanya juga nggak mencolok. Dan setelah dibaca, lah kok bukan romance kayak yang gue pikirin?

2. How did you experience this book?
Dari awal udah menerka-nerka, bahkan sampai maksudnya ketahuan gue masih nebak-nebak gimana bisa begini-begitu, kok begini, terus siapa antagonisnya, konspirasi siapa. Seru banget masuk-masuk hutan dan ketemu penunggunya. Deg-degan nunggu di depan ada apa dan kenapa lagi. Perbab-nya pendek-pendek banget, beberapa lembar doang. Dibaca baru sebentar udah ganti bab. Pantes pas baru buka novelnya kok babnya sampai puluhan. Tapi setelah dibaca memang harusnya begitu sih.

3. Characters
– Lautan: Si tokoh utama yang mengembara sampai ke Sumatera Barat demi uang untuk pacarnya dan sekaligus menyibak penyebab kematian mantannya (pacar sama mantan aja bisa dihandle bersamaan, ya…ckckck..hebat) *OOT* Lautan ini lugu. Pinter, tapi sewajarnya cowok ya nggak bisa baca kode, pacarnya aja cepet nanggep lho. *eaa*

– Kirey: dia mantannya Lautan yag udah meninggal. Dia yang jadi benang merah di sini.
– Lachlam Fowler: Bapaknya Kirey. Ambisius sih di mata gue.
– Tiara: pacarnya Lautan. Mengidap hemophilia, yang bantu-bantu Lautan ngasih info dari jauh.
– Dan lain-lain (masih banyak soalnya). Nanti baca aja sendiri, meski banyak tokoh, nggak susah buat hafalin kok. Soalnya para tokoh pembantu nggak sering disebut, jadi nggak puyeng-puyeng amat.

4. Plot
Alurnya maju. Flashback dikit-dikit itu bisa dibilang mundur nggak? Maju-mundur oke lah. Runtut banget. Tanpa sadar udah ketahuan aja lah maksud di balik penugasan Lautan itu, kalimatnya nggak muter-muter jadi dibaca juga lancar. Typo cuma sekata, dan minim kalimat berukir-ukir. Lancar jaya, gue butuh sekitar 3 atau 4 jam buat baca.

5. POV
Ditulis dari sudut pandang ketiga.

6. Main idea
Memecahkan teka-teki. Gue bingung sebenernya kalau ditanya ide utamanya apa, ini kayak buku misteri pembunuhan di Cuckoo’s Calling tapi versi lebih ringkas dan pendek. Lautan yang dapet tugas dari mantan calon mertuanya untuk menguak misteri kematian mantan pacarnya. Dibumbui kebudayaan Minang dan atau Sumatera Barat, juga diisi dengan tempat-tempat menarik di sana—terutama Kerinci. Nulisnya juga detail. Dan sebagai orang visual, gue cukup ngilu ngebayangin Kirey pas terhimpit mobil dan adegan setelahnya. Makasih lho, penulisnya. Saya sukses ngilu-ngilu. Segala ada cerita mistisnya, Ya Tuhaann, kayaknya nggak cukup gue disiksa sama visual gorok-gorokan paha.

7. Quotes

8. Question
Risetnya berapa lama? Nyambungin hasil riset sama ide fiksi yang mau dibuat susah kah? Dan, soal kalung yang dikasih itu, gue masih penasaran buat apa akhirnya. Atau diapain setelah dikasih liat. Dikasihin?

9. Ending
Happy ending! Yeayy! Segala jerih payah dan memeras otak juga sampai kesurupan, membuahkan senyum. Btw, kesurupannya kok nggak pakai minta dibuatin kopi ya? *digebuk*

10. Benefits
Suka nih novel yang mengangkat budaya-budaya tertentu. Jadi tahu apa yang seharusnya tahu yang dikemas apik. Pelajaran soal trading juga ada. Nggak sekadar cuap-cuap soal cinta dan nyalin informasi atau copast dari google. Dari cara nulisnya juga straight to the point, jadi pengin belajar nulis lebih giat lagi.

 

Overall, Rahasia Sunyi harus baca. Highly Recomended.

 

P.S: Kalau agak parno sama hantu-hantuan, bacanya siang-siang aja ya.

 

*) Untuk Reight Book Club.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s