Review: The Cuckoo’s Calling

Image

J. K. Rowling strikes again!

Udah sejak Harry Potter kelar nggak baca novel Tante Rowling ini. The Casual Vacancy juga belum baca, dan sekarang lompat ke The Cuckoo’s Calling (TCC) yang masih mampu dibeli meski juga belum bener-bener dibeli. *lirik gadis berjilbab di sebelah sana*

Sinopsis TCC cari ada di Google.com, nggak usah males deh. Soalnya gue lagi berapi-api karena akhirnya bisa menyelesaikan novel ini! Cormoran Strike yang disewa John Bristow buat menyelidiki kematian adiknya yaitu Lula Landry, membawa pembaca buat jalan-jalan ke London lagi. Ngarep ada Diagon Alley, bubuk floo, buckbeak, atau Albus Dumbledore cuma bisa meraup kekecewaan. Yang ada malah fisik Cormoran Strike yang gue anggep Hagrid versi dikecilin sedikit sama senter pengecilnya Doraemon. Mungkin Tante Rowling masih terobsesi sama Hagrid, atau memang gue aja yang minim imajinasi.

Strike dengan kaki palsu, dan badan besarnya banyak jalan kaki. Jadi banyak jalan-jalan London dan tempat-tempat yang disebut, bar-bar, juga deskripsi tempat-tempat menarik dengan detail dalam kalimat panjang dari awal sampai akhir cerita. Dia menemui banyak orang untuk diwawancarai, dengan sukarela atau dengan sedikit paksaan (mungkin juga ancaman). Kasarnya nih, kita diajak jalan-jalan sama Tante Rowling, tapi kita nggak tahu ke mana. Tante Rowling cuma ngajak ngobrol sambil nunjuk-nunjuk rumput yang bergoyang, atau kerikil yang beda dari yang lain, terus nunjuk papan penunjuk jalan, terus aja nggak nyampe-nyampe.

Sewajarnya baca cerita misteri atau detektif-detektifan kayak gini, kita *kita?* dipaksa ikut memecahkan masalah, mencari tanda, mengamati daun mangga yang kali aja bercabang dua, menebak-nebak pelaku. Dan gue nggak sabaran! Berkali-kali salah tebak, berkali-kali su’udzon (dosa gue pasti banyak banget sekarang), berkali-kali kecewa karena ternyata gue nggak bakat jadi detektif. Salah terus! Pengin tahu siapa pelakunya, tapi Ya Tuhan, novelnya tebel dan ukuran font-nya rapet banget.

Strike melatih gue membaca situasi, seperti yang tadi gue bilang, mencari celah buat mecahin masalah—yang pastinya gagal total. J. K. Rowling sukses bikin gue terkecoh, bikin gue nggak percaya sama satu pun narasumber yang dia wawancarai. Plotnya rapi banget, bener-bener disusun dari satu sisi lalu perlahan berbalik ke sisi lain—menyangkut cara pandang. Karakter masing-masing tokoh dibentuk sedemikian rupa, dengan latar belakang berbeda dan detail fisik yang jelas. Clue yang dicari ditemukan pada tokoh yang banyak itu, sedikit demi sedikit, dan akhirnya membawa ke pelaku—akhirnya. Rasanya pengen teriak “YAELAH, TERNYATA ELO?!” pas akhirnya puzzle-puzzle itu utuh dan membawa pembaca ke pelaku. Kasarnya lagi nih, Tante Rowling akhirnya nunjukin tempat yang tadi dicari, setelah diperhatiin….nggak ah, ntar jadi spolier. :)))

Tapi setelah di akhir cerita, jadi nyadar ending itu seperti kamu—bukan segalanya. Yang lebih penting prosesnya, gimana elo jalan, gimana elo memutuskan mau ke kiri atau kanan, gimana menghindari lubang, gimana cara ngobrol sama rumput yang bergoyang kayak Ebiet G Ade.

Sayangnya, setelah semua ketahuan, tokoh yang banyak itu lenyap begitu aja. Padahal gue—dengan ego pembaca—pengin tahu gimana pelaku disidang, gimana saksi-saksi ini memberatkan pernyataan pelaku. Ya tapi balik lagi, terserah yang nulis.

Terjemahan TCC nggak kaku, at least buat gue yang suka ngeluh kalau buku terjemahan sering banget banyak kata-kata yang kurang greget. Dan ditutup dengan manis—acungi empat jempol buat Aan Mansyur yang nerjemahin puisi di akhir. Kata-katanya pas, nggak maksa, dengan kalimat akhir yang keren banget!

“Aku menjelma sebaris nama…”

Advertisements

2 thoughts on “Review: The Cuckoo’s Calling

  1. nah! suka banget baca ulasan Rara. Banyak review ttg TCC ini dan mrk bilang sempurna, (sementara kakak saya bilang, bukunya nggak se-asik HP dan TCC biasa aja). Eh di ulasan ini malah diceritakan apa adanya, yang terlihat bagus tapi tetep ada kurangnya. thanks untuk review nya dan hidup Om Aan Mansyur! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s