Lampiran yang Hilang

Kepada buku yang sudah tersimpan rapi,

Ada bekas robekan di tengah halaman, terlihat jelas, begitu rapi.
Dia bersembunyi dalam buku kecil di bawah lemari, berdebu.
Kepada robekan yang telah hilang, apa yang pemilikmu tuliskan?
Apakah kesedihan?
Ataukah rasa senang?
Satu titik merah tertinggal, buku yang tersimpan rapi merasa kekurangan. Kekurangan halaman.

Apa yang kau lakukan di tempat gelap dan kotor? Rahasia kah yang kau simpan?

Ada lampiran yang tidak berada pada tempatnya, di sana, di bawah lemari kayu jati tua milik keluarga.
Ada titik merah dari pena yang sendirian di sisa halaman bukuku.
Apakah aku yang membuangmu, robekan di kegelapan?
Apakah aku yang memisahkanmu dari buku yang kurawat itu, lampiran yang hilang?
Karena aku lah pemilik buku yang tertata rapi di dalam lemari. Apakah yang pernah kutulis di sana? Benarkah sebuah rahasia?

Kepada robekan dalam buku kecil di bawah lemari tua, ada kemarahan di sana. Halamanmu bertinta merah, kata-katanya menyala penuh amarah. Aku baru bisa mengingatnya. Maaf…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s