Review: Slammed

Image

Slammed

By: Coolen Hoover

Cerita berawal dari kepindahan Layken Cohen dari rumah lamanya di Texas ke Michigan bersama ibu (Julia) dan adiknya Kel). Ayahnya meninggal 6 bulan sebelum kepindahan mereka, dan mereka diharuskan pindah karena tidak ada pemasukan setelah ayahnya meninggal. Ibunya bilang, dia menerima pekerjaan yang gajinya lebih besar dan cukup untuk mereka di Michigan.

Lalu munculah Will, tetangga seberang rumah baru Layken yang juga punya adik seumuran adiknya bernama Coulder. Dia lah yang menjadi cinta terlarang Layken. Mereka berdua jatuh cinta tanpa mengetahui bahwa Will adalah guru Layken, dan sebaliknya.

Suasana makin sulit ketika Will memutuskan hubungan mereka yang baru seumur jagung—mungkin tauge. Tambah sulit ketika mendengar alasan Will, yang harus membiayai adiknya. Dia harus memilih pekerjaannya. Layken marah besar, dan urusan pilih-memilih terjadi berulang kali.

Well, gue nggak punya ekspektasi apa-apa sama Slammed. Gue cukup menyimpulkan kalau novel ini novel romance yang akan membuai dengan kisah-kisah cinta mengharu biru. Cewek cantik, cowok sempurna—paling nggak badannya. Di halaman-halaman awal, kisahnya terlalu manis buat permulaan. Jadi gue udah mulai gelisah sama kemungkinan yang bakal gue temuin di halaman-halaman selanjutnya. Pasti ada yang nggak beres.

Buat gue, Cinta Terlarang di sini jadi keyword. Bukan keseluruhan ceritanya mengenai cinta Will dan Layken. Justru sebagian besar berkisah mengenai keluarga, kehidupan, kematian. Porsinya jauh lebih gede dari cinta 2 manusia itu, tapi tetep Cinta Terlarang ini jadi pusatnya. Gue suka cara Collin Hoover nggambarin kesedihan, bener-bener sedih. Gue berkali-kali nyesek, selain emang sensitif sama isu keluarga, juga karena pemilihan kalimat-kalimat yang juara.

Will sendiri dibangun—mungkin diperlihatkan kayak cowok plin-plan yang sedikit-sedikit berubah pikiran. Tapi buat gue itu semua logis. Dia harus milih antara adik atau cewek yang baru dikenal—okelah dia sayang—tapi dilihat dari segi manapun, termasuk gue yang cewek juga mendukung pilihan Will. Dan mereka berdua nggak gampang buat lupa gitu aja, atau buang perasaan yang baru mekar. Been there. Sengamuk-ngamuknya Layken pun gue ngerti alasannya.

Disamping cinta-cintaan itu, Julia, ibu Layken jadi orang yang seolah nyiram bensin di antara Layken dan Will. Tapi fakta lain soal ibunya justru melempar Layken jauh ke dasar daripada saat dia dilempar oleh penolakan Will. Mungkin di sini titik balik Layken. Dia jadi lebih dekat sama ibunya, meski masih marah-marahan sama Will.

Pertunjukan slam sendiri ini perlu dihighlight *halah, Ra*. Puisi-puisinya bagus-bagus, baru tahu juga ada acara beginian di luar sana.

1.     1.  First impression.

      Covernya bagus. Nggak penuh sama ilustrasi, dan pemilihan fontnya juga pas. Seperti buku-buku lain, blurb atau sinopsis di cover belakang nggak terlalu penting karena cuma bikin gue berasumsi. Dan kadang malah jadi berkespektasi terlalu tinggi.

2.    2.   How did you experience the book?

      Coolin Hoover ini mungkin penulis yang tulisannya quote-able dan bener-bener berisi. Nggak asal serampangan nulis kalimat yang bisa dibikin quote. Puisinya agak kaku, mungkin ini karena terjemahan. Gue yakin versi aslinya lebih luwes. Puisi-puisi itu pasti udah dipikirin bener-bener rimanya, dan saat diterjemahin, jelas kata-katanya berubah. Makanya gue pengen baca versi aslinya. Dan banyak kalimat-kalimat yang kaku akibat diterjemahin. Yang harusnya ngena, jadi Cuma sedikit ngena.

3.   3.   Characters.

     Layken adalah remaja yang tangguh. Tabah banget dan sayang sama keluarga, terutama adiknya. Kemarahan, depresi, dan hilang akalnya beralasan.

     Will: dia lebih tangguh dari layken. Menanggung tanggung jawab yang terlalu besar untuk cowok usia 21, ditambah 1 anak kecil. Kelihatan plin-plan, dan dia nggak punya pilihan selain adiknya.

     Julia, ibu Layken, sosok orang tua yang penuh cinta. Apa yang dia lakukan semuanya buat keluarga, bahkan sampai dia meniggal, dia masih menitipkan kasih sayangnya.

     Kel dan Coulder, adik Layken dan Will. Mereka adalah malaikat, yang menjadi penghubung Layken dan Will. Demi mereka juga, peperangan dalam cinta terlarang diredam.Antagonis nggak dominan, malah Cuma ditampilkan dalam porsi kecil. Anta-protagonis ada di dalam hati dan kepala masing-masing karakter.

4.  4.  Plot.

     Alurnya maju, penulisannya rapi. Bagian Layken menjelaskan dia belum pernah having sex nyempil di tengah-tengah, gue kurang ngerti bagian ini karena di lanjutannya nggak ada hubungannya dengan ini. Tapi bisa dimengerti kalau ini juga adalah bagian dari tumbuh besar, kalau nggak ada malah jadi ganjil. Alasan lain, bisa buat penyempurna karakter Layken, yang pasti punya masa lalu.

5.  5. Point of view.

      Sudut pandang pertama, Layken. Beberapa novel (Indonesia) luput menjabarkan detail “aku” saat pakai POV 1, jadi gue juga sering nulis kalau karakter A samar-samar, nggak jelas tinggi; warna rambut; atau detail diri yang penting buat bangun imajinasi. Layken udah dibentuk dari awal, jadi nggak susah nggambarin dia.

6.  6. Main idea.

     Temanya kayak judul. Cinta terlarang, di sini antara murid dan gurunya. Tapi seperti yang gue tulis di atas, ini lebih ke keuarga. Kehidupan. Cara bertahan dari kehilangan, tahap yang harus dilalui setelah jatuh.

7.  7. Quotes.

      Quotes banyak banget. Kalimat “..bukan memikirkan kematian, tapi mempersiapkan kehidupan’’ agak menohok, dan mengubah cara pandang.

     ” Apapun yang membuatmu berlari itu—akan ikut bersamamu. Melekatimu sampai kau menemukan cara untuk menghadapinya.”

     “Terkadang kehidupan menghalangi jalanmu, benar-benar menghalangi jalanmu. Tapi kehidupan menghadang semua jalanmu bukan karena kehidupan mau kamu menyerah begitu saja, dan membiarkan dia memegang kendali. Kehidupan menghadang semua jalanmu bukan karena dia hanya menginginkan kau pasrahbegitu saja dan hanyut terbawa. kehidupan ingin kau melawannya. Belajar menjadikannya milikmu sendiri.”

8.  8.  Ending.

      Endingnya nggak mengecoh. Udah dicicil dari awal biar ketebak, dan meski ketebak, gue nggak kecewa. Overall, gue suka bukunya.

9. 9. Question

      –

       10. Benefits.

      Belajar bersyukur lagi, dan lebih menguatkan hati buat ngelawan hidup (ceileh). Tiap orang punya beban masing-masing, tanggung jawab masing-masing, dan di sini ditulis gimana kita harus lihat satu masalah dari beberapa sudut pandang. Ada sebab di balik semua tindakan.

   11.Lain-lain.

      Kutipan-kutipan dari The Avett Brothers keren-keren. Coolin Hoover pun milih lirik-lirik yang pas buat tiap bab. Bisa jadi inspirasi, kalau suatu saat juga mau nyelipin lirik lagu. Minimal D’Massive. *mengalun lagu Cinta Ini Membunuhku*

     .) untuk Reight Book Club.

Advertisements

2 thoughts on “Review: Slammed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s