Lain Kali

Tidak ada lain kali…

Hujan turun terus-menerus. Meski tak lebat, tapi membuatku urung bergerak dari dudukku. Dari balik jendela, titik-titiknya mengikis debu di kerikil putih di halaman rumah. Seperti tak pernah bosan, seolah laut berbalik, memilih ada di langit dan menjatuhkan airnya ke bumi.

Hujannya awet, seperti hubungan kita…

Tapi hujan punya jeda…, tapi hujan tak pernah disebut masa lalu jika berhenti sesekali.

Hujan selalu sama, airnya bukan mengucur dari mata karena luka. Hujan turun dengan senang hati—kalau hujan mempunyai hati. Hujan meredam panas seharian, hujan memberi petrichor yang menenangkan.

Hujannya awet, tapi hujan punya jeda. Dan tak pernah disebut masa lalu, meski sudah berlalu…

Hujan bukan serupa hubungan kita, karena hubungan ini…, tak akan pernah ada lain kali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s