Review: Aku Tahu Kamu Hantu

Image

Sinopsis:

Aku di sini. 

Kamu bisa melihatku, tetapi kamu tidak bisa mendengarkanku.

Aku tahu kamu bingung, tetapi yakinlah… aku tidak pernah bermaksud jahat.

Aku hanya ingin meminta tolong, karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.

Jika kamu melihatku lagi, tolong jangan berpaling.

Semoga kamu mengerti isyaratku.

Yak, setelah ribut-ribut di timeline twitter soal kesereman saat membaca buku ini, akhirnya tadi sore Mas-Mas JNE datang dengan gagah dan senyum menawan mengantarkan bagian bukuku. *bersorak*

Kalau nggak salah, ini novel pertama yang bergenre horor yang aku baca. Sebenernya bukan genre favorit karena aku parnoan dan visual banget. Jadi, menjauhi hal-hal yang memancing ketakutan sendiri. Tapi ya dasar jodoh, Arisan Gagasmedia—dari sekian banyak novel—dapetnya novel ini.

Awalnya udah takut banget baca-bacain obrolan anak-anak Reight Book Club. Dan, ada yang ngecek Goodreads kalau ada yang digangguin pas baca. Alhamdulillah, aku masih baik-baik saja (note: dibaca malam Jumat, pas halloween, dan ini ditulis setelah pukul 1 dini hari). Semoga tidur saya nyenyak, saudara-saudara sekalian…

Mari akhiri curhat, dan mulai mereview!

1. First impression.

Covernya dari jauh kayak novel romance. Dari dekat, masih romance, asal nggak baca judul dan merhatiin ada apa di dalam mawarnya. Pembatas bukunya lucu. Awal ngecek halamannya kaget liat ilustrasi. Sempet aku pake buat nakut-nakutin orang, biar aku nggak takut sendirian hahahaha!

2. How did you experience the book?

Melenceng dari perkiraan. Awalnya aku pikir bakal jadi novel pertama yang mogok dibaca karena ketakutan, tapi aku malah nggak bisa berhenti baca. Nggak seserem itu. Oke lah ada hantu, tapi nggak melulu hantu yang ngejar-ngejar dan sengaja ditempatin di area-area yang rawan diparnoin, misal: di atas lemari. Aku sendiri yang visual banget, malah asik sama jalan ceritanya. Cara nulisnya enak dibaca, nggak kaku, nggak mendayu-dayu, dan kayaknya nggak ada typo (CMIIW).

3. Characters

Liv: karakternya cukup jelas. Gerak-geriknya semua beralasan, dialognya pun nggak bertele-tele. Berani banget, tapi kemampuan karatenya baru keluar pas bagian akhir. Padahal udah ngarep banget dia banting-banting orang di awal atau tengah cerita. Sayang aja anak karate cuma disebut-sebut doang, dan dengan gampang dipukul cowok tanpa ngelawan.

Daniel: udah disebut di bagian akhir, dia pengecut. Bahkan buat ngomong sama temen baiknya, dia nggak berani. Lagian peran dia di rumah kosong itu nggak vital-vital banget, dia juga nggak tahu kalau Frans meninggal, tapi kok dia kaget pas Liv bilang dia lihat Frans? Dan, gimana nasibnya dia setelah teman-temannya dihukum, tapi dia masih bebas berkeliaran?

4. Plot

Ditulis rapi banget. Alurnya maju. Nyaris nggak ada lubang. Lubang terbesarnya (buatku) justru di ending. Apakah Frans masih gentayangan karena Daniel belum dihukum? Si Gilang apa kabar? Kasihan lho ngegantung perasaan orang sampe ending cerita #eaaaa. Terus keberadaan Chandra gimana? Ya meski itu bukan Chandra, tapi kalau nggak dijelasin, bertambah satu arwah lagi yang belum tenang. Terus, aku penasaran sama Kenita. Kalau ada sequelnya, dia yang paling aku tunggu.

5. Point of view

Ditulis dari sudut pandang ketiga. Penggambaran detail tempat dan perasaannya pas.

6. Main idea

Cewek yang tiba-tiba bisa ngelihat hantu dan berusaha memecahkan teka-teki menghilangnya salah satu temannya dengan kemampuan barunya. Thriller dibumbui cerita horor remaja yang apik. Two thumbs up!

7. Quotes

8. Ending

50:50. Seperti yang udah ditulis di atas, ada yang gantung menurutku. Dan itu mengusik, makanya aku pertanyakan. Puas karena masalah terselesaikan.

9. Question

Ada beberapa orang yang merasa keberadaan makhluk lain pas baca novel ini, apa ada hubungannya? Atau cuma kebetulan? Ide awalnya dapet dari mana?

10. Benefits

Jangan tertipu penampilan luar cowok. Entah, dari banyak hal yang bisa diambil, aku kok menomorsatukan ini hahahaha

-R-

Advertisements

One thought on “Review: Aku Tahu Kamu Hantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s