Review: The Fault in Our Stars

Image

The Fault in Our Stars ( Salahkan Bintang-Bintang )

By: John Green.

 

Dimulai dengan pengenalan Hazel Grace (gue suka namanya. Ngingetin sama selai paling enak: Hazelnut) yang menderita kanker, menjalani hidupnya ogah-ogahan. Sampai dia menghadiri pertemuan rutinnya dengan penderita kanker lain, dan bertemu dengan Agustus Waters. Agustus juga (pernah) mengidap kanker, yang merenggut salah satu kakinya.

Dan, mari sedikit menyaring apa yang udah gue baca.

  1. First Impression. Cover (terjemahan) The Fault in Our Stars ini menyenangkan. Lucu. Semacam sedang memegang buku dongeng anak-anak. Warnanya segar, dan sama sekali nggak terpikir kalau isinya ‘seberat’ itu.
  2. How did you experience the book?
     Bab-bab awal, jujur, buat gue membosankan. Gue berkali-kali ketiduran pas baca bukunya, dan, harus ngulang dari awal lagi besoknya, karena lupa malamnya baca apa. Banyak istilah-istilah medis. Mungkin ini yang agak melambankan ritme baca karena harus mikir dulu. Baru di bab tujuh, gue mulai menikmati. Detail-detail kejadian yang awalnya biasa saja, ternyata merupakan rangkaian yang saling menyambung. Leluconnya cerdas—konon, versi Bahasa Inggrisnya lebih ngena. Narasinya nggak usah diragukan. Metafora, analogi, dekripsi tempat (terutama Amsterdam) gue suka banget. Bukan jenis buku yang gampang dilupakan.
  3. Characters. Hazel Grace digambarkan dengan detail yang sempurna. Gue bisa ‘meraba’ semua. Begitu pun dengan Agustus Waters. Agustus mungkin jadi orang yang menyenangkan kalau dia nyata dan bisa diajak ngobrol. Satu yang gue suka banget adalah tokoh-tokoh pendukung seperti orang tua Hazel dengan kesabaran; ketabahan; dan yang penuh harapan…, Isaac, sampai keponakan-keponakan Agustus yang lucu-lucu. Semua yang tersebut di novel, punya peran yang sama pentingnya.
  4. Plot. Menceritakan dua anak muda yang sama-sama mengidap kanker, mereka berjalan bersama-sama. bersenang-senang, dan ya, bersenang-senang. Bagian per bagian ditulis dengan sangat rapi, sehingga tidak ada satu scene pun yang nggak berguna. Gue mungkin telat nyadar, tapi setelah bab-bab terakhir, semuanya jelas sebab-akibat-nya. Gue nggak perlu banyak nanya buat ngerti bagian A ini buat apa, atau kenapa B harus ada. Peter Van Hauten yang awalnya gue pikir cuma ambil bagian sedikit, ternyata juga punya andil besar. Ini kejutan! Alurnya maju, dan dibaca mungkin sekitar seminggu sampai dua minggu.
  5. Point of view. Diceritakan dari sudut pandang pertama (Hazel). Meski dari POV 1, semua informasi sungguh lah lengkap. Penggambaran perasaannya dapet. Bagi yang gampang nangis, ini lumayan menguras air mata. Tapi gue pribadi, berkaca-kaca cuma pas Si Hazel ngebentak Ibunya.
  6. Main idea.
     Temanya, apa ya, mungkin “Proses.” Atau “Hidup,” mungkin?
  7. Quotes.

     “Tanda-tanda yang ditinggalkan manusia, sering sekali berupa bekas luka,” “Kau tidak bisa memilih apakah kau akan terluka di dunia ini…, tapi kau bisa ikut menentukan siapa yang melukaimu.”

  8. Ending. Gue puas dengan endingnya. Dengan semua proses itu, gue cukup legowo nerima ending-nya. Yup, proses.
  9. Question. –
  10. Benefits. Mendalami isi pikiran penderita—mungkin nggak bisa digeneralisir, tapi cukup dibuat mengerti. Mempelajari cara mereka beraktivitas. Melihat dari sisi lain, lalu sedikit merasakan repot dan sakitnya. Dari sisi lain di luar isi cerita, gue, paling tidak, bisa belajar dari penyusunan scene by scene. Kenapa gue harus menulis ini-itu biar nggak ada lubang di cerita, dan juga fungsi masing-masing karakter biar nggak diciptakan-hanya-untuk-disia-siakan.
    -R-
Advertisements

2 thoughts on “Review: The Fault in Our Stars

  1. yes… saya juga merasa HG digambarkan begitu hidup. ternyata John Green mmg terinspirasi dari seorang gadis remaja pengidap kanker yg menjadi sahabatnya saat dia jd volunteer di sbg RS. Jadi, nggak heran kalau Hazel Grace kesannya benar-benar nyata. And she was an awesome character…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s