Word Count

Kalau memang tidak ada artinya… Aku, kamu, kita, tak akan saling berusaha untuk melupa.

Kamu bilang, kita hanya sementara. Mungkin tak lebih lama dari angin musim kemarau yang dengan pasti lenyap saat musim hujan. Anginnya berbeda, bilangmu.
Lalu orang bilang, cinta kita hanya sebuah pertaruhan di mana saling menghancurkan adalah cara bermain yang lumrah. Kita akan berusaha memenangkan, menjatuhkan, lalu sesekali curang. Aku akan mengalah, karena aku tahu, aku sudah memenangkan hatimu sejak orang-orang itu masih menganggap sebuah cinta adalah satu keajaiban.

Kamu bilang, bibir kita akan selalu beku. Lidah tidak akan pernah mengatakan perasaan yang sebenarnya, kelu. Tapi jemari kita tak akan pernah diam. Karena mereka akan terus berbicara dengan bahasanya, dengan caranya, untuk menggambarkan isi hati dan otak kita tanpa kenal arti bisu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s