Introvert

Tidak mudah mengeluarkan isi hati ke orang lain. Setidaknya bagiku, orang dengan kemampuan public speaking yang minim, juga dengan volume suara yang terlalu pelan.

Jadi, satu-satunya pilihan hanya diam. Diamku bukan marah, mungkin kamu—kalian memang kuanggap tak perlu menanggung beban-bebanku. Semua orang punya masalahnya sendiri, dan aku tidak ingin menambahnya.

Bukan tidak menghargai, justru aku menghargaimu—kalian dengan caraku. Dengan tidak ingin membebani.

Toh, kita masih punya hal lain untuk dibicarakan. Tidak peduli aib atau hal memalukan, lalu kita akan tertawa terbahak-bahak seperti anak kecil.

Lalu, jika kalian merasa tidak dihargai, bagaimana dengan Tuhan-ku yang juga tak pernah menerima aduanku? Aku tidak pernah membicarakan masalahku pada-Nya. Aku hanya meminta ampun dan berterima kasih…, itu saja.

Harusnya Dia juga protes, harusnya Dia menamparku dengan sangat keras.

Tapi Dia tetaplah Dia. Dia yang menyayangi umat-Nya. Dia yang terus mengaliri rizki, juga memperbolehkan nyawa tetap di dalam sana, meski aku sering lupa menyapa.

”@SaulRaja Jika dada terasa sesak, masuklah ke dalam kamar, kunci pintu dan mulailah berdoa.
Ceritakan hidupmu, jangan cuma meminta.”

Sejak saat itu, saat di mana aku merasa sangat sendirian, di mana berbagai tekanan menghunjam bersamaan, bahkan logikaku ikut mengendur…, aku mulai belajar. Untuk terbuka, untuk bertanya, untuk berbicara.

”@sibair Sometimes, you just need a little time to yourself with Quran in your hand, tears
in your eyes, and Allah in your heart.”

Dan air mata itu mengalir begitu saja. Luka di dalam sana sakitnya terasa berkali-kali lipat. Aku sendirian di ruangan itu, terisak, sembari menyalahkan diri sendiri.

Tidak seharusnya aku menyembunyikan sesuatu, di depan-Nya Yang Maha Tahu. Sia-sia.

Akhirnya semua kubuka—meski Dia tidak meminta. Dia tetap tak bersuara, Dia tetap tidak menamparku. Dia masih mendengarkanku…

Aku tak pernah ditinggalkan.

Jadi maaf, jika aku terus menerus diam. Untuk bisa bicara pada Tuhan-ku saja, aku perlu 23 tahun lamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s