Latar Belakang

Terduduk di kursi merah di pojok ruangan. Rambut kepala berguguran. Bukan sehelai, atau dua helai. Aku bahkan malas menghitung saking banyaknya.

Tapi siapa peduli? Bukannya latar belakang lebih penting untuk dicari tahu? Bukannya latar belakang lebih menarik untuk dibicarakan?

Siapa dia? Berasal dari mana? Keluar dari rahim siapa? Bermain di pasir pantai atau pasir bercampur semen dan kerikil? Tangannya memegang linggis atau pena?

Bukankah itu menyenangkan?

Lalu setelah tahu, bisa berbuat apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s