Kamboja Merah Muda

Hujan sisa semalam masih melekat di permukaan kelopak bunga. Ada setetes jatuh ke tanah, yang lain bertahan sampai angin meniup pertahanannya.

Embun tak punya pilihan untuk bertahan. Hanya jatuh atau menguap kembali bersama matahari.
Embun bergoyang ke kanan lalu menggelinding kiri, terombang-ambing oleh angin yang bisa saja menjatuhkannya dengan kasar.

Lalu ada kupu-kupu hinggap sebentar. Menyesap hujan sisa semalam di kuntum kamboja merah muda, lalu terbang ke bunga mawar. Yang dia inginkan hanya nektar.

Embun tak punya pilihan, melainkan hanya diam menunggu panas dari langit melenyapkannya.

Angin kembali menggoyahkannya. Kali ini jauh lebih besar. Dedaunan kering beterbangan. Embun bersiap ditarik gravitasi, untuk pecah dan melebur dengan tanah.

Embun terlepas dari genggaman kamboja merah muda, meluncur meninggalkan kupu-kupu dengan nektarnya.

Tercipta, lalu lenyap. Iya, embun hanya tak punya pilihan untuk terus bertahan.

Dia tidak menyerah, hanya tak punya kuasa, untuk bertahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s