Lupa

Saat sakit adalah saat di mana kamu mensyukuri kesehatan, dan menyesali kecerobohan.
Ada waktu kala aku tak acuh pada tubuhku sendiri. Kala itu, kala kita akhirnya menemui kerikil pertama. Kemudian aku lupa harus apa dan bagaimana.

Kemudian aku abai pada diriku sendiri.

Tiga hari kemudian, aku kembali menemui kesadaranku. Bahwa tidak ada yang bisa melindungi diriku sendiri selain aku. Bahwa satu-satunya orang yang tersiksa, memang hanya aku.

Kadang orang lupa dia bisa berdiri sendiri, karena terbiasa berpijak pada kepercayaan—yang ada di kaki seseorang.

Advertisements

2 thoughts on “Lupa

  1. Setuju Ra, walau kita hidup gak lepas dr orang lain tapi kita tetap gak boleh bergantung dengan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s