Menjaga

Aku hanya menjaga hati.
Para tetua bilang, aku hidup tak sendiri. Jadi sepahit-pahitnya kawanmu bertindak, telan saja diam-diam, lalu simpan dalam hati. Jangan menyakiti…

Sayangnya Si Tetua ini ada di dalam hati. Lahir dari waktu-waktu lalu, muncul dari rasa sakit oleh kawanku sendiri. Supaya aku tak berperilaku sama…, supaya aku tak mengiris rasa percayanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s