Ampas

Di sela sepiku terselip beberapa tentang rindu. Tentang senyap yang kita pendam dalam-dalam, tentang airmata yang kaubekukan.
Aku dan kamu adalah ampas pilu. Sakitnya menetes mengisi wadah-wadah, gelak tawanya dipisahkan di dasarnya.

Sisanya adalah kita. Kita yang sudah terpisah dengan apa yang dipunya.

Advertisements

One thought on “Ampas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s