Menyerah untuk Seseorang

Kapan?

Saat kelelahan sudah teramat sangat. Saat harapan yang dulu kamu anggap ada, terasa sia-sia. Maka, aku menyerah…

Tidak ada hal yang paling mudah selain menyerah. Mengatakan ”Tidak”? Bukan. Bilang ”Maaf”? Sulit. Tapi saat aku bilang ”Aku menyerah,” iya… Mudah sekali.

Aku menyerah. Untukku; untuk sesuatu yang selama ini aku kira akan berkembang. Untuk kamu. Untuk hati yang kamu ambil tanpa sadar. Itu saja: menyerah. Aku mencoba berjalan sama cepat, aku sudah, aku sudah mencoba terbang tanpa sayap. Demi kamu, demi seseorang yang tampak begitu bersinar di mataku. Demi seseorang yang pernah menjadi tempatku berpegang.

Tapi aku menyerah.

Aku bahkan tak pernah punya sedikitpun kepingan rasa milikmu. Pun semili ruang dalam hatimu. Aku tak pernah ada di antara gambaran-gambaran tentang ingatanmu ke belakang. Lalu bagaimana bisa aku menjadi alasan untukmu berjalan dari masa lalu?

Ini mudah. Aku hanya harus menyerah dan berhenti mencoba terbang. Aku hanya harus ingat kalau aku tidak bersayap, dan bisa menjangkaumu.

Aku menyerah. Sudah cukup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s