Mungkin (Takkan) Ada Lagi

Mungkin masih. Aku dan dia hanya berpisah sebentar, dan mungkin saja, kami akan bertemu lagi. Akan ada lagi aku dan kamu yang dulu.

Tabung gas sudah menempel di punggungku, fins-pun sudah terpasang di kedua kaki. Semuanya. Semuanya sudah siap, aku tinggal menjatuhkan tubuhku ke belakang untuk bertemu surga bawah laut Pulau Kofiau. Kupandangi sejenak gundukan-gundukan pulau-pulau karang yang masih bisa terlihat jelas, seperti mengambang di atas air. Pernah ada masa di mana mereka hanya gambar latar untuk wajah cantik berkacamata, yang merengek ingin difoto sebelum menyelam.

”Untuk kenang-kenangan. Cepat!” Paksanya. Aku bersungut-sungut meski kamera miliknya tetap menangkap objek wajah, dengan tambahan warna hijau, biru dan putih di belakangnya.

Kujatuhkan tubuhku ke belakang. Menghantam lautan, sama seperti dia waktu itu. Lalu aku sebagai leader, akan memimpin rombongan menyusuri tempat yang kamu sebut surga. Hanya air, dan ayunan ombak yang membuai kami sambil menikmati hilir mudik biota laut perairan Raja Ampat. Sudah empat tahun aku menekuni pekerjaan sebagai leader saat penyelaman, namun hanya dia yang bisa membuatku khawatir.

”Ini memang yang pertama. Kamu tak perlu khawatir, Kapten! Ada Kapten tampan yang pasti akan menjagaku, bukan?”

Aku menggeleng gemas mendengar perkataannya. Dan dengan terpaksa mengizinkannya menyelam bersamaku.

Ada kuda laut berpindah dari satu terumbu karang ke terumbu karang lain. Ada segerombolan ikan tuna yang seolah menunggu digoda. Dia bilang, dia akan menembus barikade ikan tuna dan akan menangkap salah satunya.

Mungkin masih ada kesempatan lain untuknya menangkap tuna atau sekedar menyentuh kuda laut, setelah kejadian itu. Kejadian yang membuatku kehilangan jejakmu setahun lalu.

Rombonganku tinggal berjumlah tiga orang. Harusnya ada kamu dan satu sweaper yang bertugas mengawal saat penyelaman. Tapi tidak ada, aku tidak menyadari kekurangan sampai penyelaman selesai dan aku melihat fins-mu di atas kapal.

”Asmanya kambuh. Kami langsung mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit,” ujar helper sesaat setelah aku keluar dari air. Dan sejak itu, dia tak pernah kembali lagi ke Raja Ampat.

Mungkin ada lagi aku dan dia lain kali. Mungkin juga takkan ada waktu kedua untuk kami. Tapi surganya masih di tanganku. Surga Raja Ampat yang mungkin, membawanya kembali.

-end-

*Untuk #15HaringeblogFF2 #lastday :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s