Menunggu Lampu Hijau

Pukul tiga sore. Jam gadang. Badut. Berpasangan. Sendirian. Duduk. Berdiri. Berjalan. Berlari. Tertawa. Termangu. Membatu. Ramai orang-orang. Jalanan. Mobil. Banyak. Macet.

Lampu merah. Enam puluh. Lima sembilan. Lima delapan. Lima tujuh. Lima enam. Lima lima. Lima empat. Lima tiga. Lima dua. Lima satu. Lima puluh. Empat sembilan. Empat delapan. Empat tujuh. Empat enam. Empat lima. Empat empat. Biarkan orang lain menyebrang. Zebra cross. Bergaris-garis. Empat puluh. Tiga sembilan. Tiga delapan. Tiga tujuh. Tiga enam. Anak kecil berlari mendahului Ayahnya. Berbaju abu-abu. Membawa permen abu-abu. Tiga satu. Tiga puluh. Motor tidak sabar. Perlahan menembus lalu lintas di perempatan. Dua tujuh. Dua enam. Dua lima. Dua empat. Bus besar mengklakson dari arah berlawanan. Dua puluh. Satu sembilan. Satu delapan. Satu tujuh. Satu enam.

Lima belas. Lampu merah mati. Lampu kuning menyala. Kelap-kelip. Sebelas. Sepuluh. Sembilan. Delapan. Tujuh. Masih lampu kuning. Belum mati. Belum berganti. Tiga. Dua. Satu. Lampu kuning mati.

Tunggu sebentar.

Lampu hijau menyala. Pasti. Enam puluh. Lima sembilan. Jam gadang. Pukul tiga lebih satu menit. Badut abu-abu. Pasangan abu-abu. Lima lima. Duduk, abu-abu. Tawa abu-abu. Manusia abu-abu. Bukan. Hijau. Bukan. Itu abu-abu. Jalanan. Zebra cross abu-abu. Bukan, itu hitam dan abu-abu.
Empat sembilan. Masih hijau. Ingat, masih hijau. Empat delapan. Hijau. Empat tujuh. Hijau. Jangan menyebrang dulu. Lampunya masih hijau. Empat lima…

Dasar kau, mata merepotkan! Buta warna, merepotkan!

*ditulis untuk #15HariNgeblogFF2 #day1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s